12 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Kehamilan

Sending
User Rating ( votes)

Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Kehamilan Kehamilan dikaitkan dengan tanggung jawab. Apakah Bunda siap untuk menjadi seorang Bunda? Lihat 12 hal yang seharusnya dilakukan sebelum kehamilan dan lihat berapa banyak yang telah Bunda lakukan.

Bunda telah memutuskan untuk menjadi seorang Bunda, itu bagus. Tapi sebelum Bunda mulai hamil, ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum kehamilan yang dapat Bunda lakukan untuk memastikan kesehatan dan perkembangan masa depan bayi Bunda stabil dan membantu Bunda memiliki kehamilan yang lebih lembut.

12 Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Kehamilan

1. Kunjungi Dokter Kandungan Sebelum Konsepsi

Hal yang harus dilakukan sebelum kehamilan yang pertama adalah dengan Bunda mengunjungi dokter kandungan dengan tujuan untuk melihat riwayat kesehatan pribadi dan keluarga Bunda, kesehatan Bunda saat ini dan obat-obatan lain yang Bunda pakai.

Mereka kemudian akan memberikan peringatan jika mereka memiliki dan menyarankan Bunda tentang pengobatannya. Hal ini tentu merupakan bagian dari hal yang harus dilakukan sebelum kehamilan.

Mereka juga akan berdiskusi dengan Bunda tentang diet, olahraga yang tepat pada periode ini. Tawarkan untuk menggunakan satu atau lebih vitamin penting dan menjawab pertanyaan yang Bunda miliki.




Mereka mungkin mengarahkan Bunda ke spesialis lain yang merawat dan membatasi efek penyakit seperti hipertensi, asma, diabetes hingga kehamilan dan keBundaan di masa depan.

Bunda juga memerlukan pemeriksaan ginekologi untuk memastikan bahwa Bunda tidak memiliki penyakit menular seksual. Jika sudah, pengobatan definitif sebelum konsepsi pasti dilakukan.

2. Menguji Penyakit Genetik

Kedua orang tua perlu diuji untuk mengetahui apakah ada penyakit genetik seperti penyakit sel cystic dan sabit. Bunda bisa melihat gejala penyakit ini disini.

Jika kedua orang tuanya terinfeksi, anak yang lahir dengan probabilitas sekitar 25% juga memiliki penyakit.

Spesialis genetika akan memberi saran dan memberi saran yang masuk akal untuk benar-benar mencegah atau meminimalkan risiko tertularnya bayi Bunda.

3. Suplemen Asam Folat Dan Kontrol Vitamin A

Mengambil asam folat sangat penting. Dengan mengkonsumsi 400 mcg asam folat per hari setidaknya satu bulan sebelum Bunda hamil dan selama trimester pertama kehamilan, Bunda membatasi kesempatan Bunda melahirkan bayi dengan cacat lahir sebesar 50-70%. Untuk tabung saraf biasa seperti gondok dan banyak kelainan bawaan lainnya.

Juga, jika Bunda mengonsumsi vitamin A, pastikan Bunda tidak mengkonsumsi lebih dari 770 mcg RAE (2.565 IU) vitamin A kecuali jika mereka mengandung beta karoten. Terlalu banyak vitamin A dapat meningkatkan kemungkinan cacat lahir pada janin.




4. Jangan Minum Alkohol, Merokok Dan Menggunakan Narkoba

Setiap jenis stimulan, termasuk kafein, dapat mempengaruhi janin sebelum dan selama kehamilan.

Banyak penelitian ilmiah telah menunjukkan bahwa merokok dan obat-obatan meningkatkan risiko keguguran, kelahiran prematur, dan berat lahir rendah.

Rokok juga mempengaruhi telur dan sperma pada kedua orang tua, mengurangi kemampuan mereka untuk hamil dan bereproduksi. Tidak hanya merokok langsung, tapi malah menghirup asap rokok juga bisa menimbulkan risiko ini.

Untuk alkohol, beberapa penelitian menunjukkan bahwa jika Bunda menggunakan panduan yang tepat (1 cangkir anggur kecil per hari) akan meningkatkan kemungkinan pembuahan.

Tapi begitu Bunda hamil, segera berhenti minum. Tidak ada kontrol atas tingkat keparahan dan risiko paparan alkohol terhadap kehamilan dan Bunda.




Jika Bunda tidak bisa berhenti merokok sendiri, atau alkohol dan obat-obatan terlarang. Pergi ke pusat rehabilitasi masyarakat, dokter dapat menyarankan atau menggunakan terapi medis lainnya untuk membantu Bunda.

5. Makanan Sebelum Dan Selama Kehamilan

Studi medis telah menunjukkan bahwa nutrisi sangat mempengaruhi kesuburan dan kesehatan janin serta Bundanya.

Pastikan minum 2 cangkir jus buah setiap hari dan makan lebih banyak sayuran selain protein dan protein. Makanan sereal dan makanan kaya kalsium seperti susu, jeruk dan yogurt direkomendasikan.

Jangan lewatkan daging, ikan, telur, dan ingat bahwa mereka adalah nutrisi utama untuk menjaga kesehatan dan aktivitas fisik baik Bunda maupun janin di perut.

Menjaga makanan juga merupakan hal yang harus dilakukan sebelum kehamilan guna mempersiapkan kelahiran sang buah hati.

6. Kontrol Berat Badan

Kehamilan Bunda akan lebih mudah jika Bunda memiliki berat badan yang sehat. Tentukan tingkat kesehatan melalui BMI. Bunda wajib melakukan kontrol terhadap berat badan Bunda karena ini merupakan hal yang harus dilakukan sebelum kehamilan, dengan melakukan kontrol maka bunda tidak perlu khawatir akan kegemukan atau obesitas yang akan terjadi nanti.

Bahkan saat hamil pun bunda masih dapat melakukan kontrol berat badan, tetapi ingat bahwasanya Bunda tidak boleh diet dan tetap memberikan gizi yang cukup untuk Bunda dan bayi.

IMT rendah atau terlalu tinggi membuat wanita sulit hamil. Wanita dengan BMI tinggi lebih cenderung mengalami komplikasi selama kehamilan.

Orang dengan BMI rendah lebih cenderung melahirkan prematur dan bayi lahir prematur. Latihan dan nutrisi yang masuk akal adalah cara terbaik untuk menyesuaikan berat badan Bunda dengan tingkat ideal.

7. Hati-Hati Saat Makan Ikan

Ikan merupakan sumber asam lemak omega-3 (penting untuk pengembangan otak dan mata), protein, vitamin D dan nutrisi lainnya namun ikan laut juga mengandung merkuri dan dapat mempengaruhi Bunda maupun bayinya

Wanita hamil masih harus makan ikan, tapi hindari ikan dengan kadar merkuri tinggi seperti ikan hiu, ikan todak, ikan tenggiri dan ikan laut lainnya. Makan sekitar 170 gram ikan tuna setiap minggunya.

Jika Bunda makan ikan air tawar, perlu mencari ikan terbaik yaitu ikan, ikan sungai. Saat ini akuakultur sangat populer, mereka bisa menggunakan stimulan, antibiotik yang tidak bisa Bunda kendalikan.

8. Latihan Sangat Diperlukan

Mulailah berolahraga sekarang untuk memperbaiki kesehatan tubuh dan bersiaplah untuk kehamilan yang sehat. Para ahli menyarankan agar Bunda berolahraga 30 menit sehari dengan latihan ringan seperti berjalan kaki atau bersepeda.

Bunda juga bisa menjaga latihan yoga, tapi jika Bunda mengalami komplikasi tak terduga, segera hentikan.

9. Periksa Dokter Gigi Bunda

Perubahan hormon selama kehamilan membuat Bunda lebih rentan terhadap penyakit terkait gigi seperti penyakit gusi.

Tingkat progesteron dan estrogen yang lebih tinggi dapat membuat gusi bereaksi terhadap bakteri dalam plak yang menyebabkan kemerahan dan pembengkakan gusi, terutama saat menyikat gigi.

Jika Bunda memiliki kesehatan mulut yang baik sebelum hamil, Bunda dapat secara signifikan mencegah risiko penyakit gusi selama kehamilan. Dokter gigi dapat memeriksa dan mengambil tindakan medis yang tepat untuk membantu Bunda.

10. Persiapan Keuangan

Uang tidak bisa menghentikan Bunda untuk memiliki anak, tapi ingat, kehamilan dan pengasuhan anak butuh banyak uang. Bunda tidak ingin hamil saat Bunda tidak memiliki cukup uang untuk melakukan pemeriksaan rutin atau ultrasound, juga tidak punya uang untuk menggunakan dan melengkapi vitamin dan kalsium.

Bunda juga tidak ingin anak terlahir menghadapi situasi keuangan yang mengerikan. Bunda tidak bisa pergi bekerja untuk mendapatkan uang sementara anak-anak sering sakit, menggunakan semua jenis obat-obatan, sampai dokter selalu minum susu beberapa ratus rBunda kotak.

Secara umum, ada puluhan masalah yang terjadi saat Bunda sedang hamil, melahirkan dan membesarkan anak. Dan kebanyakan dari mereka perlu dibiayai.

Jika Bunda tidak memiliki asuransi kesehatan, cobalah untuk membayarnya. Asuransi dapat membantu Bunda mengurangi biaya persalinan secara signifikan dan cuti melahirkan 6 bulan merupakan dukungan yang sangat penting setelah Bunda melahirkan.

Hitunglah tabungan Bunda, siapa yang dapat mendukung bila dBundatuhkan dan bersiap menghadapi kehamilan tanpa rasa khawatir, bebas stres, masa depan terbaik untuk bayi Bunda.

11. Pertimbangkan Apakah Bunda Memiliki Penyakit Neurologis

Semua wanita, terutama mereka yang memiliki riwayat depresi, keluarga atau penyakit mental relatif, harus diskrining untuk penyakit neurologis sebelum kehamilan.

Kehamilan dan penitipan anak setelah melahirkan merupakan proses yang memberi tekanan berat pada Bunda. Bunda perlu memiliki sistem saraf yang sehat untuk menghadapinya.

Jika sayangnya, sistem saraf Bunda bermasalah. Dokter akan tahu apa yang harus dilakukan.

Mereka dapat memberi Bunda pengobatan atau perawatan psikologis untuk membantu Bunda menyesuaikan mood Bunda, mencegah dan membatasi masalah yang mungkin terjadi.

12. Hindari Infeksi

Infeksi pada kehamilan berisiko tinggi mempengaruhi kesehatan Bunda dan perkembangan janin.

Makanan kasar, over-use atau makanan mentah sering mengandung berbagai bakteri yang menyebabkan listeriosis – penyakit bawaan makanan yang dapat menyebabkan keguguran atau lahir mati.

Pastikan Bunda mencuci tangan dengan saksama sebelum bersiap memasak. Kulkas harus disimpan pada suhu 2 sampai 4 derajat celcius, freezer harus di bawah -18 derajat celcius untuk memastikan makanan tidak rusak.

Pakai sarung tangan saat Bunda berkebun, atau bersentuhan dengan kotoran seperti sampah agar tidak terkena toxoplasmosis – infeksi berbahaya pada janin.

Cobalah untuk mencegah flu sepenuhnya saat Bunda sedang hamil. Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menjaga kebersihan diri dan hindari kontak dengan orang yang sedang sakit.

Kehamilan itu indah, tapi juga mencakup banyak masalah dari yang sederhana sampai yang kompleks. Bunda harus mempertimbangkan 12 tip di atas, lakukanlah untuk memastikan Bunda memiliki psikologis paling nyaman setelah pembuahan. Diskusikan dengan suami Bunda dan temukan suara umum di antara dua orang sebelum melakukan sesuatu.

Baca Juga :   Penyebab Sakit Perut Bagian Kanan Bawah Saat Hamil

Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.