Pengaruh Air Minum Jika Terjadi Amniosentesis Saat Hamil

Sending
User Rating ( votes)
Comments Rating ( reviews)

Amniosentesis Saat Hamil – Hal ini dapat menyebabkan komplikasi dan mempengaruhi kesehatan dan perkembangan janin di rahim. Apakah hal tersebut saat hamil dipengaruhi oleh jumlah cairan dari dalam tubuh Bunda? Lihat jawaban lebih rinci di artikel ini.

Apa itu Cairan Amnion ?

Selama 14 minggu pertama kehamilan, cairan dari sirkulasi Bunda masuk ke kantung amnion dan membentuk cairan amnion.

Bila janin berusia sekitar 3 bulan (di rahim), bayi mulai minum cairan dan mengeluarkan urine, lalu ia terus minum dan kemudian dikeluarkan kembali dalam siklus siklik untuk menyerap nutrisi.

Cairan amniotik dapat dianggap sebagai urin bayi, yang hampir akurat. Jelas, anak Bunda memainkan peran penting dalam menjaga tingkat cairan ketuban (kurang lebih). Terkadang keseimbangan ini rusak dan menimbulkan kekurangan cairan berlebih atau ketuban yang keduanya dapat menyebabkan masalah tak terduga selama kehamilan.




Ahli obstetri ultrasonik dapat menentukan apakah Bunda mengalami cairan ketuban dengan mengamati ukuran rahim dan membandingkannya dengan rahim normal pada saat kehamilan.

Jika mereka melakukannya, mereka akan menyarankan Bunda untuk menyeimbangkan jumlah cairan amnion, terutama melalui diet, obat-obatan yang diperlukan untuk mencegah kemungkinan komplikasi.

Apakah Air Ikut Menyebabkan Amniosentesis

Amniosentesis adalah cairan yang dipindahkan dari sistem peredaran darah ke kantung amnion. Dan makan terlalu banyak cairan bisa menyebabkan cairan ketuban lebih banyak.

Jangan minum terlalu banyak air selama kehamilan terutama jika Bunda didiagnosis dengan kelebihan cairan amnion. Pada saat yang sama, batasi penggunaan makanan sup, batasi konsumsi buah sukulen (jeruk, jeruk bali.) sampai kadar air kembali normal.

Namun, perlu diingat bahwa cairan amnion yang berlebihan dapat mempengaruhi pertumbuhan janin di perut. Tapi juga lingkungan hidup bayi, dimana memberi makan bayi dan kurang cairan ketuban lebih serius daripada cairan ketuban.

Itu berarti Bunda dapat membatasi asupan cairan Bunda, namun tetap harus mempertahankan jumlah tertentu untuk memastikan kesehatan dan jumlah cairan ketuban yang dibutuhkan untuk bayi Bunda.

Sebenarnya, sangat sulit untuk menghitung secara akurat jumlah cairan yang dibutuhkan ibu untuk menggunakannya. Cairan bukan hanya air tapi juga makanan yang Bunda makan setiap hari.




Usia janin, ukuran bayi dan kesehatan setiap ibu berbeda. Jumlah cairan yang cocok untuk ibu amniotik tidak berarti cocok untuk ibu lain yang memiliki masalah yang sama.

Tapi secara umum, jika Bunda didiagnosis dengan amniosentesis, inilah yang perlu Bunda perhatikan:

  • Jangan minum kurang dari 1,5 liter dan lebih dari 2 liter air per hari.
  • Ganti buah sukulen dengan lebih banyak buah serat. Ganti jeruk, grapefruit dengan apel, pir, pepaya, pisang.
  • Gunakan makanan tanpa garam, garam bisa meningkatkan kemampuan tubuh untuk menahan air dan menyebabkan cairan ketuban bermasalah.

Juga, jika cairan vagina berwarna hijau atau kecoklatan, berkonsultasilah dengan dokter Bunda segera.

Baca Juga :   Skrining Prenatal Saat Hamil, Perlukah Bunda Lakukan ?

Related Posts

Leave a Reply

Sending

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.