Hal Yang Harus Diingat Saat Bertengkar Dengan Pasangan

Sending
User Rating ( votes)

Bertengkar Dengan Pasangan Pertengkaran seakan-akan merupakan suatu aktifitas yang tidak bisa dihindari di dalam sebuah keluarga. Dimulai dari permasalahan yang tergolong ringan hingga masalah yang berat. Terdapat 3 hal yang harus diingat saat bertengkar dengan pasangan yang diharapkan mampu mereda pertengkaran. Dan jika sudah membaca hal ini maka diharapkan Ayah ataupun Bunda tidak akan bertengkar lagi.

Pertengkaran rumah tangga bisa saja terjadi, masalah paling kecil yang biasa terjadi di rumah tangga dipicu oleh satu nya adalah kondisi di mana Bunda tidak memiliki asisten rumah tangga. Lalu si kecil sangat aktif dengan menyebabkan mainan berantakan di mana-mana. Dan saat itu pula sang ayah hanya berdiam diri asik dengan aktifitas nya sendiri. (Apapun itu, baik minum kopi, main gadget, baca koran, dan lain sebagainya). Hal kecil ini mampu memicu emosi Bunda yang merasa paling “membersihkan” segala kekacauan yang terjadi di dalam rumah saat tidak ada asisten rumah tangga.

Pertengkaran yang pemicunya berasal dari luar rumah adalah karena kecumburuan. Tentu hal ini sangat mengganggu mengingat hak seorang pasangan adalah cemburu karena sebisa mungkin cobalah untuk salin terbuka. Dan memulai kejujuran, baik kejujuran pada istri, suami, bahkan hingga kejujuran kepada anak anda. Kejujuran yang dicontohkan oleh orang tua akan lebih ditiru oleh sang anak karena anak seperti mesin fotocopy bagi orang tua nya.

3 Hal Yang Harus Diingat Saat Bertengkar Dengan Pasangan

1. Agama Melarang Pertengkaran Rumah Tangga

Tidak ada satupun agama yang senang saat Bunda bertengkar dengan pasangan, apalagi sudah menjadi sebuah rumah tangga dan mengalami pertengkaran. Setiap agama membenci pertengakaran dalam bentuk apapun. Jika Bunda dan pasangan sedang bertengkar segera lah ingat tanggung jawab yang harus dilakukan pada setiap agama. Tanggung jawab agama yang segera dilakukan bisa menjadi titik reda paling berpengaruh dalam menghindari suatu pertengkaran di dalam rumah tangga.

2. Anak adalah Segalanya

Pernah menonton acara televisi keluarga cemara ?




Ingat dengan semboyan mereka yang mengatakan bahwa “harta yang paling berharga adalah keluarga dan istana yang palin indah adalah keluarga”. Dalam acara televisi keluarga tersebut selalu menonjolkan bentuk keharmonisan dengan anak-anaknya, jika bunda dan pasangan ingin menyelesaikan masalah dengan cara pertengkaran maka ini adalah hal yang harus diingat saat bertengkar dengan pasangan.

Dengan memikirkan anak, maka diharapkan dapat menekan emosi yang meluap-meluap. Ingat segala bentuk negatif dari orang tua akan berdampak besar pada anak. Selalu ingatlah, bahwa anak adalah segalanya dan coba mengalah lah pada pasangan jika pertengkaran sudah terjadi, tidak ada salahnya memulai meminta maaf jika memang apa yang dicurigai belum terbukti benar, dan jika terbukti benar cobalah untuk mengambil solusi lebih bijak dengan tidak melalui pertengkaran.

Anak adalah segalanya karena itu jika sebenarnya Bunda dan pasangan dalam kondisi yang tidak baik (selalu bertengkar), setidaknya lakukan hal tersebut di luar rumah. Jangan tunjukan hal ini kepada anak karena anak belum siap menerima pertengkaran yang terjadi dan hal ini merupakan salah satu pemicu terbesar anak untuk mengalami stres atau trauma di dalam hidupnya.

3. Sibukan Pikiran dengan Hal yang Menyenangkan

Berumah tangga bukanlah hal mudah yang bisa dilakukan, tidak selalu berumah tangga adalah menghasilkan situasi-situasi yang indah dengan pasangan, dan bisa saja lebih sering mendapatkan pertengkaran saat membina suatu rumah tangga. Bunda harus tahu bahwa pertengkaran sering kali dipicu oleh pikiran diri sendiri. Pikiran Bunda harus sering dilatih untuk tenang, jangan terlalu banyak menyimpan pikiran. Sebelum terpicu nya sebuah pertengkaran di rumah tangga, ada baiknya Bunda atau pasangan coba untuk saling bertukar pikiran, bercerita tentang situasi yang mereka alami hari ini.

Beri kesibukan yang menyenangkan untuk pikiran Bunda atau pasangan. Hal menyenangkan bisa saja adalah kumpulan kenangan akan situasi yang indah dengan pasangan. Situasi menyenangkan yang terekam pun bisa menjadi titik reda emosi bunda atau pasangan. Dan akan merasa bahwa pertengkaran ini tidak sebanding dengan situasi indah yang telah dilalui ataupun bisa saja jika permasalahan atau pertengakaran ini reda, bunda dan pasangan akan mendapatkan situasi yang jauh lebih indah dari sebelumnya. Pada intinya bertengkar dengan pasangan bukanlah hal yang bisa dianggap dewasa. Selalu selesaikan semua dengan kepala dingin dan tentu harus selalu dikonsultasikan kepada orang yang memiliki kapasitas positif dalam memberikan saran.

Baca Juga :   Tips Bekerja dan Mengurus Anak untuk Working Mother

Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.