Cara Menghitung Usia Kehamilan, Bunda Bisa Ikuti Cara ini

Sending
User Rating ( votes)
Comments Rating ( reviews)

Cara Termudah Menghitung Usia Kehamilan

Cara Menghitung Usia Kehamilan Bunda, momen kehadiran dari si buah hati yang saat ini tengah berada didalam janin memang sangat dinantikan, bukan? Tentunya, baik bunda dan sang suami sudah tidak sabar untuk mendengar tangisan dan raut wajahnya yang mungil hadir di dunia untuk menghiasi hari-hari bunda setiap hari. Maka dari itu, banyak sekali penting dan menarik yang nantinya bisa dijadikan sebagai acuan oleh bunda dan suami tentang fase janin tersebut berkembang, salah satunya adalah dengan bagaimana sih Cara Menghitung Usia Kehamilan yang baik dan benar agar tidak salah kaprah terhadap jabang bayi yang saat ini bunda kandung. Tentunya, salah perhitungan bisa menyebabkan suatu hal yang ‘janggal’ lho, bunda, apabila bunda dan suaminya tidak mencermati sistem kalkulasinya dengan tepat.

Maka dari itu, tidak ada salahnya, kok. Jika bunda dari sekarang bisa memperkirakan kapan pertama kalinya memeriksa hasil kandungan atau janin yang sudah dinyatakan ‘positif’ oleh bidan atau dokter terdekat, sebagai momentum dari perhitungan awal usia kehamilan bunda, agar janin lahir selamat dan sesuai dengan perkiraan yang tepat dari calon ayah dan ibunya. Tentunya, bunda dan suami tidak bisa sembarangan, lho. Karena, bunda tidak ingin kan kalau waktu lahirnya janin tersebut kurang atau lebih dari perkiraan, dong? Jadi, ada beberapa metode atau Cara Menghitung Usia Kehamilan dibawah ini yang (mungkin) bisa dicermati dan bunda tentukan dalam menghitung usia kehamilan janinnya, yaitu :

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Menggunakan Metode Kalender

Pertama, cara yang paling sering dilakukan oleh sebagian bunda di Indonesia dan diseluruh dunia biasanya dengan menggunakan metode kalender. Cara Menghitung Usia Kehamilan yang satu ini tentunya berprinsip kepada Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) untuk menentukan, sekaligus menjabarkan tentang usia kehamilan beserta Hari Pertama Lahiran (HPL). Caranya juga terbilang mudah, lho. Rumus Neagele sangat dibutuhkan untuk hal ini, yakni :

(Tanggal HPHT + 7), (Bulan Haid Terakhir – 3) dan (Tahun Haid terakhir + 1)

Contohnya, jika bunda terakhir kali mengalami fase menstruasi pada 15 Desember 2016, maka kalkulasinya adalah (15+7), (12-3) dan (2016+1) = 22.9.2017 atau 22 September 2017. Jadi, HPL bunda sudah terhitung sejak 22 September 2017 dst menginjak 1 bulan dalam tanggal yang sama setiap bulannya. Namun, jika HPHT tidak bisa dikurangi 3 (Januari – Maret), maka bulannya cukup ditambah 9, contohnya bunda terakhir mengalami fase menstruasi pada 24 Januari 2015, maka perhitungannya adalah (24+7), (1+9) dan (2014+1) = 31.11.2015 atau 31 Oktober 2015.

Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Menggunakan Metode USG Kedokteran

Jika bunda merasa tidak yakin untuk menggunakan metode kalender dan takutnya meleset, maka ada salah satu cara lainnya dan jauh lebih cepat dari itu, yaitu dengan menggunakan USG. Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan metode ini terbukti aman, lho. Kenapa? Karena, perhitungannya secara langsung melibatkan doket ahli kandungan, serta tidak akan menyebabkan perkiraan yang meleset sama sekali, dong, dimana biasanya mereka melakukan perhitungan dengan cara mengukur diameter dari kantong kehamilan (usia kehamilan sejak 6-12 minggu), mengukur panjang janin dari kepala s/d bokong (usia kehamilan sejak 7-14 minggu) dan mengukur lingkar kepala janin (usia kehamilan sejak > 12 minggu). Selain itu, kebanyakan dari dokter tersebut selalu menggunakan beberapa alat dimensi yang canggih, lho.Nggak percaya? Bunda, saat ini kebanyakan dari dokter kandungan di Indonesia sudah menggunakan alat USG yang berteknologi 2 hingga 4 dimensi sesuai dengan permintaa bunda sendiri, lho. Jadi, hasilnya semakin kuat dan meyakinkan.




Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan Akumulasi Tinggi Puncak Rahim

Terakhir, apabila bunda masih saja ‘ragu’ untuk menggunakan kedua cara tersebut, maka bunda bisa memakan cara lainnya, yaitu Cara Menghitung Usia Kehamilan dengan menghitung tinggi puncak rahim. Caranya, yaitu dengan menggunakan pita ukur apabila usianya sudah > 22 minggu.  Contohnya, jika jarak dari kemaluan hingga rahim bunda berkisar pada angka 30 cm, maka usia janin bunda sekitar 30 minggu. Jadi, semua metode diatas memiliki akurasi yang tepat, lho. Hanya tinggal bunda saja yang menentukan pilihannya seperti apa.

Baca Juga :   Ini Dia Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Hamil

Related Posts

Leave a Reply

Sending

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.