Penyebab dan Cara Mengobati Kaki Bengkak Saat Hamil

Sending
User Rating ( votes)
Comments Rating ( reviews)

Bunda Tidak Perlu Khawatir Jika Kaki Bengkak Saat Hamil

Kaki Bengkak Saat Hamil Ada banyak penyebab pembengkakan kaki saat hamil, tapi jarang ada intervensi medis. Langkah-langkah berikut akan membantu Anda mengatasi kondisi ini.

Penyebab Pembengkakan Pada Kaki Saat Hamil

Anda mungkin memiliki kaki bengkak (biasanya pada pergelangan kaki) dan tangan saat Anda sedang hamil, terutama pada bulan-bulan terakhir kehamilan. Hal ini terutama karena tubuh Anda memiliki kelebihan air dari biasanya. Kelebihan cairan terbentuk di jaringan tubuh yang menyebabkan pembengkakan.

Selama kehamilan, komposisi kimiawi perubahan darah Anda juga dapat menyebabkan cairan menumpuk di jaringan sehingga menyebabkan bengkak.

Selain itu, saat bayi Anda tumbuh, rahim juga membengkak dengan tekanan pada pembuluh darah di bagian bawah tubuh. Tekanan ini akan membuat lebih sulit kembalinya darah kembali ke jantung. Akibatnya, jumlah darah yang tersimpan di tungkai bawah lebih dari normal, memungkinkan cairan menumpuk di jaringan pergelangan kaki atau kaki.




Pembengkakan pada kaki biasanya terjadi pada trimester ketiga (yaitu sekitar 3 bulan terakhir kehamilan) saat rahim Anda membengkak lebih besar. Kelenjar bengkak akan menjadi lebih parah jika Anda memiliki cairan amnion selama kehamilan.

Kelenjar bengkak biasanya membaik segera setelah Anda melahirkan. Tubuh akan melepaskan kelebihan cairan, rahim juga menyusut dan tidak ada tekanan pada vena dan sekitarnya. Anda mungkin selalu mengalami kencing dan berkeringat di hari-hari awal setelah kelahiran.

Kapan Harus Mencari Pertolongan Medis Saat Kaki Bengkak Saat Hamil?

Pembengkakan kaki atau tangan adalah gejala yang umum saat Anda hamil. Ini jarang menandakan masalah medis yang perlu penanganan khusus. Namun, Anda harus mencari pertolongan medis jika pembengkakan disertai gejala berikut ini:

  • Bengkak di wajah
  • Kelelahan di daerah mata
  • Bengkak berlebih
  • Kaki atau pergelangan kaki terjepit

Segera dapatkan pertolongan medis jika satu kaki jauh lebih besar dari pada yang lain atau jika Anda sakit di paha (tanda gumpalan darah).

Cara Mengurangi Kaki Bengkak Saat Hamil

Anda bisa mengurangi gejala seperti pembengkakan kaki dengan melakukan postur untuk menunjang darah dari tungkai bawah kembali ke jantung lebih mudah.

Berikut adalah beberapa tips nya :




  • Detak jantung lebih cepat, terutama saat Anda sedang tidur. Anda bisa meletakkan bantal di bawah kaki Anda saat Anda berbaring, tempatkan kursi yang lebih rendah untuk mengangkat kaki saat Anda duduk.
  • Jangan meletakkan ibu jari Anda saat Anda duduk, ini akan meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan menjadi lebih buruk.
  • Santai kaki Anda sering saat Anda duduk. Anda harus secara teratur mengubah posisi duduk Anda, meluruskan kaki Anda sering, dan kadang-kadang mengayunkan pergelangan kaki dan jari kaki Anda.
  • Jangan duduk terlalu lama atau berdiri terlalu lama. Jika pekerjaan Anda membutuhkan posisi ini untuk tidak bergerak lama, Anda harus meluangkan waktu untuk bersantai dan berganti posisi.
  • Sering berjalan minimal 15 menit sehari akan membantu meningkatkan aliran darah dari jantung ke tungkai bawah dan sebaliknya.
  • Hindari sepatu hak tinggi atau sepatu kecil, karena bisa meningkatkan tekanan pada kaki atau pergelangan kaki Anda.
  • Jangan gunakan tali pengikat kaki.
  • Minum banyak air: Mungkin kedengarannya kontradiktif, namun sebenarnya air dibawa ke darah untuk mencairkan dan memurnikan zat beracun dalam darah dan juga tubuh. Hal ini akan mencegah komplikasi yang disebabkan oleh pembengkakan kaki, yang biasanya diekskresikan dalam tubuh dan tidak akan meningkatkan ukuran pembengkakan.
  • Olahraga teratur dengan latihan ringan seperti berjalan kaki, berenang atau bersepeda juga membantu mengurangi pembengkakan.
  • Diet sehat akan membantu Anda merasa segar dan menahan kondisi ini.

Pembengkakan kaki selama kehamilan bisa membuat Anda merasa tidak nyaman, tapi ini hanya masalah sementara dan akan segera membaik setelah melahirkan. Seharusnya tidak ada intervensi medis atau prosedur invasif jika memungkinkan.

Baca Juga :   Ini Dia Hal-hal yang Harus Diperhatikan Saat Hamil

Related Posts

Leave a Reply

Sending

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.