Mengenali Tahapan Perkembangan Emosi Balita

Sending
User Rating ( votes)

Perkembangan Emosi Balita Emosi balita dapat berubah dengan sangat cepat. Marah, senang, sedih dapat berganti dalam hitungan menit.   Namun tak ada yang salah dengan hal tersebut, karena marah, sedih takut dan cemas adalah hal yang sangat manusiawi.  Hal itu karena adanya stimulasi dari luar yang mempengaruhi perasaan anak bunda.

Mengenali Tahapan Perkembangan Emosi Balita

Mengajari anak mengelola emosi berhubungan erat dengan tahap-tahap perkembangannya. Sangat penting bagi orang tua memahami perkembangan emosi anak, karena setiap tahapan memiliki perkembangan emosi yang khas.  Berikut Perkembangan Emosi Balita :

1. Selalu Mau Menang Sendiri

Pada tahap ini, balita sedang berada pada tahap egosentris.  Dimana ia selalu berperilaku ingin menang sendiri dan keras kepala.  Sehingga perilaku yang ditampilkan adalah tidak mau mengalah, tidak mau dikasih tahu atau senang merebut mainan temannnya.  Orang tua dapat mengajari anak untuk dapat berbagi.   Misalnya berbagi makanan atau mainan terhadap orang lain/temannya.

2. Mampu Mengungkapkan Emosinya

Sebenarnya balita dalam mengeluarkan emosinya bisa secara terang-terangan atau tersembunyi.  Misalnya pada saat bertemu dengan seorang yang baru ditemuinya, ia bisa bersembunyi dibalik tubuh ibunya.  Ketika ia marah maka ia akan berteriak-teriak atau tantrum.  Sedangkan secara samar, ketika ia merasa orang tuanya lebih memperhatikan adiknya, maka ia akan mencari perhatian dengan bertingkah laku seperti bayi.

3. Suka Cari Perhatian

Anak senang mencari perhatian dari orang lain.  Ia juga sangat memuja dirinya sendiri serta percaya diri.  Oleh karena itu, apabila kita berikan  perhatian terhadap perilakunya, maka ia cenderung akan terus mengulangi perilakunya tersebut.  Jadi berikan pujian pada saat berperilaku positif dan teguran apabila melakukan perbuatan negatif.




4. Sadar Dengan Kemampuannya

Pada saat balita,anak mulai menyadari bahwa ia adalah individu yang terpisah dengan segala kekuatan dan keterbatasannya.  Ia merasa senang apabila sudah dapat melakukan sesuatu.   Namun disisi lain, ia akan merasa frustasi dan bingung karena tidak mampu melakukan sesuatu yang diinginkannya.  Tugas orang tua adalah mengetahui kapan ia diajarkan untuk mandiri dan kapan diberikan bantuan

5. Senang Kontak Fisik

Balita adalah seorang yang suka mengekspresikan emosinya dengan melakukan kontak fisik.   Ketika suasana harinya sedang senang, ia akan memeluk orang-orang terdekatnya seperti orangtua, kakak maupun adiknya.

Sebagai orang tua tentunya hal yang penting untuk memahami Perkembangan Emosi Balita kita. Semoga ulasan singkat kita kali ini bisa memberikan informasi dan menambah wawasan kita selaku orang tua. Semoga bermanfaat, Terimakasih.

Baca Juga :   Manfaat Buah Bit Untuk Kesehatan Bayi : Anti Oksidan

Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.