Ini Loh Bunda : Penanganan Diare Pada Anak

Sending
User Rating ( votes)

Diare Pada Anak Setiap Bunda pasti merasa was-was bila anaknya mengalami mencret dan frekuensinya dalam sehari lebih dari 5 kali. Kemungkinan besar anak Bunda mengalami diare. Bahaya bagi anak yang mengalami diare adalah dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh.

Dehidrasi merupakan penyakit anak yang beresiko tinggi, bahkan pada tingkat fatal dapat menyebabkan kematian. Tetapi tidak banyak Bunda yang mengetahui bagaimana penanganan diare pada anak.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan

Sebagai orang tua kita harus mengenali sedini mungkin tanda-tanda Diare Anak, agar kemungkinan terjadinya dehidrasi bisa dicegah. Lalu apa tanda-tanda anak yang mengalami diare ?

  • Buang air besar lebih dari 5 kali sehari, apabila keadaan lebih berat bisa terus menerus
  • Terlihat lemah dan lesu
  • Hilang selera makan
  • Terkadang disertai mual dan muntah
  • Demam , jika ada infeksi bakteri atau virus dalam saluran pencernaan

Diare merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada usia bayi sampai balita. Penyebab Diare Pada Anak sangatlah beragam, diantaranya adalah :

  • Infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme
  • Luka pada organ pencernaan
  • Keracunan makanan atau tidak tahan terhadap makanan tertentu (alergi makanan)

Penyebab Diare Pada Anak Bunda

Sebagian besar diare anak terjadi karena infeksi bakteri, virus dan amuba. Namun dapat pula karena salah mengonsumsi makanan. Kurangnya sarana air bersih, lingkungan tempat bermain anak yang tidak bersih, buang air besar sembarangan, tidak adanya sarana jamban sehat, merupakan pemicu terjadinya diare. Maka dari itu cegahlah sedini mungkin dimulai dari diri kita sendiri. Caranya yaitu :




  • ASI eksklusif selama 6 bulan dan usahakan bersihkanlah puting susu dengan kapas yang dicelup air hangat setiap kali akan menyusui
  • Menjamin makanan si mungil terjaga kebersihannya. Peralatan makan dan minum haruslah steril dan cucilah tangan dengan sabun dari air yang mengalir setiap akan memberi makan dan kontak dengan anak.
  • Usahakan selalu membersihkan mainan anak, karena si kecil biasanya selalu mengigit mainan atau benda apapun yang berada disekitarnya.
  • Penuhi gizi yang seimbang
  • Buang air besar pada tempatnya

Lalu bagaimana bila anak menderita diare? Bila diare tidak disertai lendir, kadang demam atau muntah. Kemungkinan besar itu karena virus.

Makan dan minumlah seperti biasa, Berilah cairan sebanyak mungkin. Cairan tidak harus oralit, tetapi berupa teh manis, air gula garam, jus dan sup.

Air tajin sangat efektif bagi bayi untuk menghentikan diare karena tajin mengandung glukosa polimer yang mudah diserap.

Bila diare disertai lendir dan/ atau darah, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dikhawatirkan  ada infeksi yang memerlukan obat khusus/ antibiotik.

Bila ada tanda dehidrasi seperti lemas, mulut kering, mata tampak cekung,  kencing kurang, segeralah ke rumah sakit.

Dengan penanganan Diare Pada Anak secara tepat, anak dapat segera sembuh dan tidak akan mengalami dehidrasi. Maka dari itu peran orang tua sangatlah penting bagi kesehatan anaknya.

Baca Juga :   Madu, Obat Batuk Herbal Untuk Anak




Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.