5 Hal Yang Perlu Diajarkan Orang Tua Kepada Anak

Sending
User Rating ( votes)

Perlu Diajarkan Orang Tua Kepada Anak . Banyak sekali Bunda yang ingin mempersiapkan diri nya sebelum memiliki momongan dengan membekali dirinya pengetahuan-pengetahuan pendidikan penting untuk anak. Walaupun tidak sedikit Bunda yang sudah merasa paham dengan benar mengenai pendidikan apa saja yang harus diberikan untuk anak. Artikel ini akan membahas secara umum mengenai 5 Hal Yang Perlu Diajarkan Orang Tua Kepada Anak baik bagi Bunda. Baik yang sudah pernah memiliki anak ataupun Bunda yang belum.

5 HAL YANG PERLU DIAJARKAN ORANG TUA KEPADA ANAK

1. Membiasakan Anak untuk Bercerita Apa adanya

Memang benar bahwa anak adalah sumber kejujuran, tetapi perlu diingat bahwa anak bunda yang masih belum pandai membedakan antara benar dan salah masih menjadi titik celah yang dapat menyebabkan anak bunda tidak tumbuh dengan kualitas kejujuran yang baik. Kejujuran itu perlu diajarkan orang tua kepada anak dengan cara membiasakan diri Bunda sendiri untuk berkata jujur, selalu ajarkan kejujuran kepada anak.

2. Melatih Tanggung Jawab Anak

Tanggung jawab itu bisa dimunculkan dan dilatih. Hal ini juga merupakan hal yang perlu diajarkan orang tua kepada anak mereka karena selain kejujuran (yang sudah dijelaskan di atas), anak perlu juga diajarkan tentang tanggung jawab. Memberikan pendidikan tanggung jawab kepada anak dapat dengan cara mencotohkan tanggung jawab secara sederhana

Tanggung jawab bisa dilatih sambil bermain dengan anak Bunda. Permainan sederhana yang bisa Bunda berikan kepada anak untuk melatih tanggung jawab nya seperti berlomba membereskan mainan yang telah digunakan oleh anak atau bisa juga berlomba menghabiskan makanan yang sedang dimakan. Hal sederhana tersebut mampu meningkatkan sifat tanggung jawab anak.

3. Jangan Lupakan Toleransi

Toleransi adalah salah satu hal yang perlu diajarkan orang tua kepada anak karena kebanyakan orang tua melupakan hal ini. Toleransi harus diajarkan orang tua kepada anak mengingat di Indonesia terdiri dari berbagai macam suku atau adat dan agama. Toleransi dilakukan sejak dini dengan cara memberikan pengertian kepada anak bahwa setiap orang itu sama perlakuannya, jangan melihat warna kulit, agama, suku dan budaya mereka apa.




Setiap anak dilatih untuk paling tidak memilki 1 orang teman yang berbeda suku dan budaya nya, hal ini memicu mereka untuk lebih menghargai sesama dan sedikit demi sedikit mereka akan memahami apa itu toleransi.

4. Perkenalkan Bahaya Benda Tajam Hingga Narkoba

Bunda harus tahu bahwa anak sering sekali dekat dengan benda-benda asing yang mereka belum pahami akan bahaya nya. Terlebih lagi jika Bunda memiliki balita yang baru bisa berjalan. Anak yang baru bisa berjalan, biasanya mereka akan sangat aktif dan sangat gesit. Selain penjagaan ekstra kepada anak, Bunda juga harus bisa memberikan pengetahuan dengan memperkenalkan beberapa benda-benda berbahaya seperti benda tajam hingga narkoba.

Pada usia 1-7 tahun seorang anak akan lebih cepat mengalami stres, dalam artian stres adalah anak akan lebih mudah terpancing emosi nya dan lebih cepat mendapatkan trauma. Ada baiknya Bunda memberikan mereka arahan dengan menggunakan gambar-gambar edukasi yang diantaranya adalah gambar dari benda tajam. Selain itu Bunda jangan sampai lupa bahwa narkoba merupakan benda paling berbahaya di dunia setelah senjata tajam dan api.

5. Jelaskan Secara Perlahan Mengenai Reproduksi

Pada usia tertentu, anak perlu dijelaskan secara perlahan mengenai reproduksi. Karena suatu saat nanti mereka akan memberikan pertanyaan sederhana seperti “dari mana saya berasal?” . Cobalah jelaskan secara ilmiah, selanjutnya bunda bisa gabungkan penjelasan tersebut dari sisi agama agar anak Bunda bisa menyerapi hal tersebut dengan baik.

Perlu diketahui, terkadang para orang tua salah menjelaskan hal ini kepada anak. Sebenarnya, penjelasan mengenai reproduksi sebaiknya tidak menampilkan gambar-gambar yang memperlihatkan organ intim manusia. Penjelasannya pun sebaiknya hanya lah sebuah cerita ilmiah yang dipadukan dengan dongeng ataupun cerita lucu tanpa menghilangkan kandungan ilmiah dan agama di dalamnya.

Peraga edukatif mampu membantu memberikan pengetahuan lebih mengenai hal yang berhubungan dengan reproduksi. Cukup dengan cara yang sederhana yaitu dengan menjelaskan bahwa pria dan wanita itu berbeda, dan beritahu hal kecil lainnya. Pria dan wanita tidak boleh tidak mengenakan pakaian ketika di luar kamar mandi. Dan tidak boleh berbarengan di dalam satu ruangan. Pengecualian lainnya menyusul, yang terpenting tanamkan bahwa pria dan wanita tidak boleh berada dalam satu ruangan, serta tanpa pakaian hanya dapat di dalam kamar mandi.

Baca Juga :   Tips Anak Tidak Doyan Makan, Dijamin Ampuh




Related Posts

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.